TRANSLATE THIS BLOG

Translate this page from Indonesian to the following language!

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Widget edited by Anang

Senin, 28 Desember 2009

GO PEMILU, NO GOLPUT

GO PEMILU, NO GOLPUT

Pada dasarnya saya setuju dan mendukung imbauan agar masyarakat kita tidak golput dalam Pesta demokrasi atau Pemilihan umum (Pemilu) yang akan segera tiba. para wakil rakyat akan diadakan 9 April 2009. Dan pemilih dapat menentukan pilihannya pada seorang calon yang dinilai paling berkualitas dalam Pemilu 2009.
Golongan putih (golput) yang semakin marak dilakukan oleh masyarakat tidak bisa dipandang sebelah mata, karena bila sebagian besar pemilih memilih untuk tidak memilih siapapun adalah hal yang sangat disayangkan, bagaimana jika sebagian besar masyarakat yang memilih malah memilih calon yang tak berkualitas atau calon yang salah, maka itu akan sangat merugikan diri kita sendiri. Maka, gunakanlah hak suara yang kita dapatkan, dalam pemilu nanti, walaupun suara anda itu kecil, namun jika digabungkan dengan jutaan warga Indonesia yang mempunyai hak pilih, akan terasa besar untuk perubahan Negeri yang sedang sakit ini.
Pandangan yang memutuskan Golput ditengarai disebabkan beberapa faktor. Diantaranya, Tidak percaya dengan semua calon legislatif . Masa bodoh. Paradigma di masyarakat bahwa jika ada pasangan calon yang memberikan uang kepada calon pemilih, dia akan memilih, faktor materi. Kontrak politik yang gagal. Kontrak politik adalah sebuah perjanjian politik. Selama ini kontrak politik rakyat dibuat dalam kampanye-kampanye politik yang lebih dikenal dengan janji-janji kampanye. Selama ini janji-janji politik itu sebagian besar tidak tertulis. Dan sebagian politikus telah mengingkari janjinya dan bahkan menghianati rakyat. Akibatnya, rakyat semakin tidak percaya dengan politikus dan memilih golput (golongan putih) atau tidak memilih siapapun. Kini, jumlah Golput pun terus bertambah.
Pandangan masyarakat seperti itu tentu ada benarnya dan dapat dimaklumi. Tapi bukan berarti, tidak ada lagi pemimpin atau calon-calon legislatif di sana yang punya hati nurani atau memiliki mental yang baik, walau rasio persentase nya kecil.
Rakyat atau pemilih memperoleh kesempatan untuk ikut dalam memperbaiki keadaan masa depan bangsa. Dengan terlibat dalam proses demokratisasi. dengan mendatangi tempat-tempat pemungutan suara dan mencontreng calon yang dinilai paling berkualitas dalam Pemilu 2009. hak pemilih yang hanya dapat dipergunakan lima tahun sekali ini hanya meluangkan waktu 10 hingga 15 menit untuk menggunakan hak pilih. Dan pemilu ini adalah moment yang menentukan masa depan bangsa selama lima tahun kedepan. Oleh karena itu aspirasi kita sebagai bangsa Indonesia sangat dibutuhkan untuk kelancaran dan kesuksesan proses demokratisasi.
Kesimpulannya, suara kita sebagai pemilih sangat dibutuhkan dan ikut berperan dalam merubah kondisi bangsa. Maka, dalam memilih pada 9 April pemilih dianjurkan untuk terlebih dulu mengevaluasi, lebih jeli dan hati-hati lagi dalam menilai track record/ kualitas calon yang dijagokan oleh parpol-parpol kontestan pemilu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar