TRANSLATE THIS BLOG

Translate this page from Indonesian to the following language!

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Widget edited by Anang

Senin, 17 Januari 2011

Masalah-Masalah Sosial

Nama : Humaira
Nim : 07400275

“Masalah-Masalah Sosial”

Kesimpulan

Metode pemecahan terhadap masalah sosial yang menyangkut nilai-nilai dan perasaan-perasaan masyarakat. Dapat menggunakan metode preventif dan represif untuk meniadakan kepincangan-kepincangan dalam masyarakat.metode preventif harus didasarkan pada penelitian yang mendalam terhadap sebab-sebab terjadinya problema-problema sosial. Metode represif lebih banyak dipergunakan; artinya setelah suatu gejal dapat dipastikan sebagai masalah sosial maka baru diambil tindakan-tindakan untuk mengatasinya.
Dalam mengatasi masalah-masalah social perlu adanya perencanaan sosial (sosial planning). Menurut Ogburn dan Nimkoff, prasyarat suatu perencanaan sosial yang efektif adalah:
1.adanya unsure modern dalam masyarakat yang mencakup suatu system ekonomi dimana telah dipergunakan uang, urbanisasi yang teratur, inteligensia dibidang teknik dan ilmu pengetahuan, dan suatu system administrasi yang baik.
2.adanya system pengumpulan keterangan dan analisa yang baik.
3.terdapatnya sikap publik yang baik terhadap usaha-usaha perencanaan sosial tersebut.
4.adanya pimpinan ekonomis dan politik yang progresif.
Suatu kebudayaan mungkin berubah sedemikian rupa sehingga anggota-anggota masyarakat merasa bahwa kebutuhan-kebutuhannya tak dapat terpenuhi oleh kebudayaannya tadi. Untuk merumuskan apa yang dinamakan dengan problema sosial tidak begitu sukar, dari pada usaha-usaha untuk membuat suatu indeks yang memberi petunjuk akan adanya problema-problema sosial tersebut. Para sosiolog telah banyak mengusahakan adanya indeks-indeks tersebut misalnya angka laju dari gejala-gejala abnormal dalam masyarakat, misalnya angka perceraian. Sering juga diusahakan gabungan indeks-indeks dari bermacam-macam aspek yang mempunyai hubungan satu dengan yang lainnya.
Setiap masyarakat mempunyai norma-norma yang bersangkut-paut dengan kesejahteraan kebendaan, kesehatan fisik, kesehatan mental, serta penyesuaian diri orang perorangan atau kelompok manusia. Penyimpangan-penyimpangn terhadap norma-norma tersebut merupakan gejala yang abnormal yang merupakan problema-problema sosial yang dapat diklasifikasikan dalam empat kategori:
1.Faktor Ekonomis: Timbul persoalan seperti; kemiskinan, pengangguran dan sebagainya
2.Faktor Biologis: Timbul persoalan seperti; penyakit
3.Faktor Psikologis: Timbul persoalan seperti; penyakit syaraf (neurosis), bunuh diri, disorganisasi jiwa dan seterusnya.
4.Faktor Kebudayaan: Timbul persoalan seperti; perceraian, kejahatan, kenakalan anak-anak, konflik rasial dan kegamaan
Didalam menentukan suatu masalah merupakan problema sosial atau tidak, sosiologi mempergunakan beberapa pokok persoalan sebagai ukuran, yaitu:
1.kriteria utama dari suatu problema sosial, yaitu tidak adanya persesuaian antara ukuran-ukuran dan nilai-nilai sosial dengan kenyataan-kenyataan serta tindakan-tindakan sosial.
2.sumber-sumber sosial problema sosial, yaitu bahwa akibat dari gejala-gejala sosial, maupun gejala bukan sosial dan yang menyebabkan problema-problema sosial.
3.pihak-pihak yang menetapkan apakah suatu kepincangan merupakan problema sosial atau tidak, hal ini bersifat relatif sekali. Yaitu, sikap masyarakat itu sendirilah yang menentukan apakah suatu gejala merupakan suatu problema sosial atau tidak.
4.”manifest social problems” dari ”latent social problems”. manifest social problems merupakan problema-problema sosial yang timbul sebagai akibat terjadinya kepincangan-kepincangan dalam masyarakat oleh karena tidak sesuainya tindakan-tindakan dengan norma-norma dan nilai-nilai dalam masyarakat. Masyarakat pada umumnya tidak menyukai tindakan-tindakan menyimpang tadi. latent social problems juga menyangkut hal-hal yang berlawanan dengan nilai-nilai masyarakat akan tetapi tidak diakui bahwa demikian halnya. Sosiologi tidaklah bertujuan untuk membentuk manusia-manusia yang bijaksana dan selalu baik dalam tindakan-tindakannya, akan tetapi untuk membuka mata mereka sehingga memperhitungkan akibat dari tindakan-tindakannya itu.
5.perhatian masyarakat dan problema-problema sosial. Seorang sosiolog harus dapat berfikir senetral mungkin, oleh karena apabila dia terlampau terpaut paa perhatian masyarakat, maka hasil penelitiannya akan meleset pula.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar